Siswa MAN 1 Sleman Belajar Budidaya Anggrek

Sleman (MAN 1 Sleman) – Anggrek digemari banyak kalangan serta dapat digunakan untuk dekorasi rumah maupun berbagai perhelatan. Tepat, bila siswa belajar budidaya anggrek sebagai alternatif wirausaha, belajar langsung dari praktisi. “Ini awalnya usaha on line, seperti lewat jejaring sosial dan alhamdulillah respon positif. Sejak dua bulan terakhir kita juga melayani off line Teknik yang kita ajarkan namanya Aklimatisasi, sangat mudah mencobanya,” kata Titik Handayani,SP instruktur Keboen Kita di sela-sela membimbing Siswa Kelas X MAN 1 Sleman Rabu (12/4).

Titik berprinsip pengusaha adalah orang yang bisa mengubah sampah menjadi emas. Mengubah masalah menjadi barokah, itulah yang dia tularkan kepada siswa-siswi MAN 1 Sleman. Pembelajaran budidaya anggrek diikuti 6 kelas seluruh siswa kelas X, Rabu-Kamis (12-13/4) masing-masing terbagi dalam tiga sesi.

“Kegiatan ini mandiri, siswa urunan untuk membeli bibit dan peralatan. Nanti masing-masing bisa membawa pulang dikembangkan di rumah juga, sebagian untuk menghias ruang kelas. Melalui kegiatan ini diharapkan siswa terbuka wawasannya pada budidaya dan bisnis anggrek, yang mudah praktis namun sangat menjanjikan,” jelas Praptiningsih,S.Si guru pendamping. Agar lebih efektif dari 192 siswa dibagi dalam 3 gelombang selama dua hari, lanjut Prapti. Harapannya seluruh siswa dapat berinteraksi langsung dengan praktisi di perkebunan tersebut.

“Agar tepat sasaran, kita siapkan pula lembar kerja yang harus diselesaikan. Demikian juga ringkasan materi dari pengelola juga disiapkan. Harapannya para siswa memperoleh pengetahuan dan kemudian bisa menerapkannya,” kata Prapti mendampingi Noer Laili salah satu praktisi dari Keboen Kita. Pembelajaran praktek di luar kelas ini juga untuk memanfaatkan waktu saat UNBK. “Menjadi siswa kreatif, inovatif, peduli dan visioner namun tetap mengedepankan budi pekerti luhur, itulah yang terus ditanamkan pada setiap peserta didik MAN 1 Sleman,” lanjutnya.

Studi lingkungan dengan pembelajaran budi daya anggrek ini mendapat dukungan penuh dari madrasah. “Saya sangat mendukung kegiatan ini. Anak-anak memang harus kita bekali dengan pengetahuan wirausaha sebagai kecakapan hidup. Agar mereka bisa memiliki kecerdasan melihat peluang, dari hal yang sederhana namun menguntungkan dari aspek kognitif dan psikomotorik, bahkan secara ekonomis,” kata Asri Widyawati,S.Pd,M.Si Wakil Kepala Urusan Kesiswaan MAN 1 Sleman. Kehadirannya bersama guru-guru lain seperti Dra. Hj Siti Zulaicha, Dra. Eka Dyahcahyanti,MA, Mustikawati,M.Sc, Hj. Fatimah,S.Pd merupakan bentuk dukungan nyata, lanjut Asri. (eds)

Belajar Budidaya Anggrek

 

Siswa MAN 1 Sleman Juara 2 Lomba Mubaligh se-Sleman

Sleman (MAN 1 Sleman) – Dalam berdakwah harus menggunakan cara maupun ungkapan yang santun dan menyejukkan. Jangan ada kepentingan organisasi atau politik dalam meyampaikan dakwah. “Saya sangat bangga Randi bisa meraih juara 2. Mudah-mudahan nantinya bisa bisa berdakwah dengan santun dan menyejukkan,” ujar Drs. Edy Suparyanto,MA mewakili kepala madrasah saat menerima dua piala dan satu medali dari Randi Isima, siswa MAN 1 Sleman yang mampu meraih Juara 2 Lomba Muballighin Muballighat antar Rohis SMA/MA se-Kabupaten Sleman Sabtu (15/4) di Masjid Agung Sleman.

“Usai menang lomba ini, lima besar akan dipilih menjadi khatib atau penceramah. Saya siap untuk menjalankan tugas dari panitia penyelenggara karena lima besar akan dipilih untuk tugas mulia,” kata Randi usai lomba muballigh. Lomba diikuti lebih dari 200 peserta dan dilaksanakan selama dua hari. Randi bersama teman-temannya tampil pada hari kedua. “Sebenarnya penampilan Randi cukup memukau, sayangnya dia melebihi batas waktu. Sehingga nilainya dikurangi dan berada di ranking 2. Itu klarifikasi yang kami terima dari tim yuri,” terang Ihwanuri,S.Ag selaku pembimbing. Mungkin karena sudah terbiasa orasi lebih dari 9 menit hingga dia lupa waktu atau terlalu bersemangat dalam mempresentasikan tausiahnya, lanjut Nuri.

Pada dua kompetisi sebelumnya Randi dua kali meraih juara 1, Lomba Khithobah di UMY dan Lomba Pidato antar pelajar mahasiswa pekan lalu. Hal yang istimewa, ia pun menyerahkan dua piala kepada kepala madrasah. Keberhasilan Randi dalam berbagai lomba mendapat apresiasi dari teman dan juga gurunya. “Selamat dan sukses buat ananda Randi Isima atas prestasi yang diraih, Juara 1 Da’i dalam rangka ulang tahun Universitas Mercu Buana, Juara 2 mubalighot tingkat Kabupaten Sleman. Dan juara 1 Pidato Bahasa Indonesia pada Aksioma tingkat kabupaten Sleman,” kata Dra. Siti Abibah wali kelasnya. Siswa enerjik itu juga terpilih untuk Kemah Riset di Bogor. Atas presasinya madrasah pun memberinya PIN Bintang. (eds)

 

Siswa MAN 1 Sleman Kembangkan Migor Rasa Pedas

          Sleman (MAN 1 Sleman) – Penggemar kuliner pasti tidak asing lagi dengan rasa pedas. Rumah makan menu rasa pedas bertebaran di kota pelajar ini. Rupanya hal itu menggelitik 2 siswa MAN 1 Sleman, Fadhilanesa dan Dinda Wahyuningtyas yang keduanya mengembangkan minyak goreng (migor) rasa pedas. “Bahan dasar utama adalah kelapa yang mudah didapat di sekitar kita. Juga diyakini minyak kelapa lebih sehat dari pada sawit. Cara pembuatannya pun mudah. Trend di masyarakat menyukai makanan pedas, jadi dengan spicy coconut oil ini lebih praktis,” kata Fadila saat diwawancarai wartawan Koran Merapi (KR Group) Sabtu (8/4) di lobi madrasah.

Inovasi usaha dengan packing cantik disertai perhitungan laba hingga marketing itu mengantarkan juara 1 Business Plan Competition tingkat Mahasiswa dan Umum minggu lalu. “Saya merasa bangga anak madrasah kreatif, inovatif meski dari hal yang sederhana. Madrasah sangat mendukung prestasi anak yang mampu berinovasi dalam dunia kuliner ini. Minyak goreng rasa pedas ini hasil pengembangan siswa madrasah yang patut kita apresiasi,” kata Drs. H. Ulul Ajib,M.Pd Kepala MAN 1 Sleman saat dimintai pendapatnya. Harapannya pengembangan itu juga bisa menginspirasi siswa lain dalam berinovasi di program-progaram ketrampilan yang lain, lanjut Ulul.

“Ada pula tim kita yang mengembangkan keripik kreatif dengan rasa jomblo, rasa kekasih dan lainnya. Dewan Yuri pun mengapresiasi namun juga terpingkal-pingkal saat menilai bisnis karya siswa kreatif dari madrasah ini. Meski tidak juara namun ternyata mendapat banyak pesanan,” kata Asri Widyawati,S.Pd,M.Si Wakil Kepala Urusan Kesiswaan saat mendampingi. Madrasah selalu mendorong siswa untuk selalu kreatif dan berinovasi dalam berbagai hal seperti lomba dan penelitian, lanjut Asri. Harapannya, hasil karya siswa madrasah ini perlu di-patent-kan, pungkasnya. (eds)

Tumbuhkembangkan kreatifitas