Selayang Pandang Catatan Sejarah MAN 1 Sleman

Sebuah perjalanan panjang MAN Godean, berawal pada tanggal 12 Juli 1962, di sebuah Pondok Pesantren An-Nahidhoh Mlangi didirikanlah Madrasah Sultan Agung dengan lama Pendidikan 6 (enam) tahun.    Pendirian pesantren tersebut bertujuan mulia yakni untuk

  1. Mengembangkan da’wah dan pendidikan Islam bagi kalangan remaja.
  2. Mencerdaskan dan membekalianak didik dengan ilmu agama dan ilmu umum serta ketrampilan yang berguna.
  3. Membentuk manusia yang kreatif dan bertanggung jawab, sehat jasmani dan rohani serta berakhlaq mulia.

Madrasah 6 tahun tersebut yakni Madrasah Sultan Agung dikelola oleh para pengasuh pondok pesantren.  Beliau-beliau yang berjasa besar dalam pendirian madrasah tersebut adalah :

  1. Kyai Haji Muhammad Chatim Usman
  2. Kyai Haji Muhammad Atho’ Usman
  3. Kyai Muhammad Sahlan

Pada tahun 1967, atas saran dari Pimpinan Cabang Ma’arif, Madrasah Sultan Agung dipisah menjadi 2 (dua) tingkat yaitu

  1. Madrasah Tsanawiyah Sultan Agung 3 tahun bertempat di Mlangi Nogotirto Gamping Sleman
  1. Madrasah Aliyah Sultan Agung 3 tahun.

Madrasah ini bertempat di rumah HM Imaduddin Blendangan Nogotirto Gamping Sleman.

 

Madrasah Aliyah Sultan Agung dikelola dewan guru yang dibantu oleh pengurus dengan susunan sebagai berikut:

 

Kepala Madrasah                : Bapak H.M. Imaduddin

Wakil Kepala Madrasah     : Bapak Muh. Atho’ Usman BA.

Dewan Guru                       :

  1. Bapak K.M. Chatim Usman
  2. Bapak M. Zubaidi
  3. Bapak Barir hasan
  4. Bapak Yahya MH.
  5. Bapak Jumono
  6. Bapak Waluyo
  7. Bapak Wagiyo
  8. Bapak Banani Hasan

Pengurus terdiri dari

Ketua                     : Bapak M.Zainuddin

Wakil Ketua           : Bapak M. Badri

Penulis                  : Bapak Abdul Rozaq

Wakil Penulis        : M. Muftin

Pembantu             : Bapak Abdul Halim dan Bapak Marzuki

Kepala TU            : Banani Hasan

Pada tahun 1968, Kementerian Agama yang waktu itu bernama Departeman Agama memberikan kesempatan kepada madrasah swasta untuk dinegerikan.   Madrasah Aliyah Sultan Agung diajukan untuk menjadi Madrasah Aliyah Negeri.  Dari pengajuan tersebut maka berubahlah nama dan  status menjadi Madrasah Aliyah Agama Islam (MAAIN) Gamping Sleman.  Terbitlah

Surat Keputusan Nomor 20 tahun 1968 tanggal 11 Juni 1968 resmi menjadi madrasah negeri.

Setelah berstatus negeri, madrasah mengalami perubahan nama dan juga tempat berlangsungnya kegiatan pembelajaran.

  1. Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri (MAAIN)  Gamping tahun 1968.
  2. Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri  (MAAIN) Gamping Tahun 1972
  3. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Gamping tahun 1977.
  4. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Godean Tahun 1980 dengan Surat Keputusan (SK) Menteri Agama NO 27 Tahun 1980 Tanggal 31 Mei 1980
  5. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Sleman (terhitung mulai 1 Pebruari 2017) sebagai madrasah Penyelenggara Ketrampilan

 

Beberapa catatan Penting

  1. Lokasi Madrasah sejak berdiri hingga sekarang
  2. MAAIN Gamping Pertama BLENDANGAN, menumpang di rumah warga, yaitu Bapak H.M. Imaduddin, Bapak Abdul Ngalim, Bapak Abdul Rozaq, dan Bapak Nufir sampai tahun 1970.
  3. Pada tahun ajaran 1971 MAAIN pindah ke PUNDUNG menempati gedung milik Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Tulah Nogotirto Gamping Sleman.
  4. Pada tahun 1980 pindah ke GODEAN Kabupaten Sleman sampai sekarang.

Pelaksanaan Perpindahannya:

  1. Pada tanggal 5 Oktober 1981 diresmikan pemakaian gedung barunya atas biaya swadaya BP 3 di Sidoarum
  2. Pada tanggal 10 Oktober 1981 diresmikan oleh Kasi II Bidang Pendais Daerah Istimewa Yogyakarta (Bapak Drs Sumali)
  3. Pada tanggal 13 April 1982 gedung baru ini diresmikan pula oleh Bapak Kepala DaerahTingkat II Sleman.

 

  1. Kepala Madrasah

Sejak berdiri hingga penulisan buku ini, telah terjadi dinamika pergantian kepala.  Berikut ini adalah orang-orang yang pernah menduduki jabatan sebagai Kepala MAN Godean.

  1. M. Imanuddin   s/d 1967
  2. M. Antho’ Usman SH : 1967 – 1981   *
  3. Iman Tauchid : 1981 – 1991
  4. Jendro Wahono, BA : 1991 – 1/1/1993
  5. Slamet : 1/2/1993 – 1/8/1993
  6. Wahnan BR Seda : 1/8/1993 – 18/8/1995
  7. H. Abdullah Hadziq : 18/8/1995 – 10/8/2002
  8. Sri Suwartiyah : 10/2/2002 – 31/12/2003
  9. Komari Zaman : 1/1/2004 – 2008
  10. H. Jazim, M.Pd.I :  2008 – 2010
  11. Binuriddin :  2010 – 2014
  12. Drs. H. Ulul Ajib,M.Pd :  2014 – Pebruari 2018
  13. Abdul Ghofur,S.Ag.,M.Pd mulai 1 Maret 2018

 Tanda * dinegerikan tanggal 11 Juni 1968 dengan SK Menteri Agama No 120 Th 1968

 

Berbagai pengembangan terus dilakukan oleh manajemen madrasah baik dalam bidang sarana prasarana bangunan maupun program.  Semua bertujuan untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat khususnya peserta  didik.  Para kepala madrasah dan seluruh jajaran guru serta pegawai bekerja keras untuk memajukan madrsah.

Pada era kepemimpinan Dra. Sri Suwartiyah,  dilakukan penjajagan dengan penyebaran angket kepada para peserta didik perihal pasca belajar di MAN Godean.  Dari angket tersebut dapat diperoleh gambaran bahwa pada saat itu kebanyakan sesudah lulus ingin memasuki dunia kerja.  Sejak saat itulah kemudian dimuculkan Program Ketrampilan Hidup Mandiri (KHM), yakni ketrampilan vokasional seperti menjahit, tata kecantikan, otomotif dan las, teknik komputer, Sablon serta Tata Boga.

Dalam perkembangannya KHM menjadi icon serta madrasah, menjadi daya tarik tersendiri.  Madrasah pun menjalin kerja sama dengan dunia usaha dan berbagai lembaga untuk pengembangn KHM.  Hingga saat ini KHM yang ada adalah Kriya Logam dan Otomotif, Tata Boga dan Kuliner, Teknik Informatika dan Komputer, Tata Busana serta Desain Grafis.  Tujuan dari program ini adalah membekali peserta didik dengan ketrampilan vokasi sehingga mampu mandiri, kreatif, memiliki jiwa kewirausahaan, memiliki pertan strategis di masyarakat dalam ketenagakerjaan, sosial dan keagamaan.

Mulai tahun 2015 di era kepemimpinan Drs. H. Ulul Ajib,M.Pd, MAN Godean merintis berdirinya Boarding School atau asrama.  Tujuan dari progaram ini adalah memberi kesempatan kepada anak yatim dan dari keluarga kurang mampu serta dhu’afa berprestasi untuk memperoleh pendidikan di madrasah.  Para siswa diterima dengan jalur bidik misi dan bidik prestasi, mereka mendapatkan beaya studi dan beaya hidup selama di MAN Godean.  Pada saat buku ini ditulis ada 40 siswa yang tinggal di asrama dengan  tiga pengasuh putri dan satu pengasuh putra.  Boarding school MAN Godean dikelola oleh tim khusus yang dipimpin oleh Asniyar,S.Pd yang membawahi beberapa bidang. Informasi dari Wakil Kepala Urusan Kurikulum, prestasi peserta didik yang tinggal di boarding cukup signifikan.  Mereka secara akademik mereka menduduki peringkat 5 besar di kelasnya.  Inilah yang terus memacu para pengelola untuk mengembangkan boarding school, yang bekerja ikhlas tanpa bayaran bahkan harus urunan serta menggali dana dari berbagai sumber.

Untuk memberikan informasi kepada masyarakat, maka seluruh kegiatan madrasah diberitakan baik lewat media cetak maupun elektronik.  Berbagai berita juga madrasah juga ditayangkan di Laman Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta https://yogyakarta.kemenag.go.id/