Empat Guru MAN 1 Sleman Ikuti Penilaian Inovasi Pembelajaran PIGPM
Sleman (MAN 1 Sleman) — Empat guru MAN 1 Sleman mengikuti penilaian inovasi pembelajaran dalam rangka Program Induksi Guru Pemula Madrasah (PIGPM) di Aula MAN 1 Sleman, Rabu (2/9/2026). Kegiatan ini menjadi ajang bagi para guru untuk mempresentasikan inovasi pembelajaran yang telah dikembangkan sesuai dengan mata pelajaran dan karakteristik murid.
Kegiatan dibuka oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum MAN 1 Sleman, Musahir, M.PFis. Dalam sambutannya, Musahir menyampaikan bahwa setiap guru memiliki ruang untuk mengembangkan kreativitas dalam menciptakan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan murid.
“Inovasi pembelajaran tidak harus selalu sesuatu yang besar. Yang terpenting adalah bagaimana guru mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik, bermakna, dan sesuai dengan kebutuhan murid,” ujar Musahir.
Penilaian dilakukan oleh Pengawas Pembina Madrasah Kabupaten Sleman, Dra. Ida Uswatun Hasanah, M.Pd. Dalam kegiatan tersebut, empat guru mempresentasikan inovasi pembelajaran yang telah mereka kembangkan dan terapkan.
Guru Sosiologi, Laily Nur Azahro, S.Pd., menghadirkan inovasi pemanfaatan Wayground dalam pembelajaran. Melalui platform tersebut, pembelajaran dikemas secara interaktif sehingga murid dapat terlibat lebih aktif dalam proses pembelajaran.
Selanjutnya, Okita Maya Asiyah, S.Pd., guru Al-Qur’an Hadis, mempresentasikan inovasi pembelajaran berbasis QR Code. Pemanfaatan QR Code menjadi sarana untuk menghubungkan murid dengan berbagai materi dan sumber belajar secara lebih praktis dan interaktif.
Sementara itu, Hanesty Ayu Prananda, S.Pd., guru Pendidikan Pancasila, mengembangkan inovasi Pancasila Mission. Inovasi ini mengemas pembelajaran dalam bentuk misi yang menempatkan murid sebagai Civic Agent. Murid diajak menyelidiki kasus, menganalisis berbagai bukti, menghubungkan permasalahan dengan nilai-nilai Pancasila, mengambil keputusan, hingga mempertanggungjawabkan keputusan melalui Civic Jury.
Adapun Fajar A’raaf Fidiaz Pradana, S.Pd. menghadirkan inovasi digitalisasi pembelajaran busana Jawa gagrag Ngayogyakarta. Inovasi tersebut memadukan pemanfaatan teknologi dengan pembelajaran budaya Jawa, sehingga materi dapat disajikan secara lebih menarik dan kontekstual.
Keempat guru tersebut menunjukkan inovasi dengan karakteristik yang berbeda. Pemanfaatan platform digital, QR Code, pembelajaran berbasis misi, hingga digitalisasi budaya menjadi bentuk kreativitas guru dalam mengembangkan pengalaman belajar yang lebih variatif bagi murid.
Melalui kegiatan ini, para guru tidak hanya mendapatkan penilaian, tetapi juga memperoleh masukan untuk menyempurnakan inovasi pembelajaran yang telah dikembangkan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan profesional guru sekaligus upaya MAN 1 Sleman dalam mendorong terciptanya pembelajaran yang kreatif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan murid. (hns)


