MAN 1 Sleman Ikuti In House Training Penyusunan Dokumen Kurikulum Madrasah Aliyah
Sleman (MAN 1 Sleman) — MAN 1 Sleman mengikuti kegiatan In House Training (IHT) Penyusunan Dokumen Kurikulum Madrasah Aliyah yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kabupaten Sleman pada Kamis (12/02). Kegiatan berlangsung di Aula Lantai 3 Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman.
MAN 1 Sleman diwakili oleh Staf Kurikulum, Listia Palupi Wisnu Aji, S.Pd. Keikutsertaan dalam kegiatan ini menjadi bentuk komitmen madrasah dalam meningkatkan kualitas penyusunan dokumen kurikulum yang selaras dengan kebijakan Kementerian Agama.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Plt. Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Sleman, Tri Wahyuni, S.Pd. Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa penyusunan dokumen kurikulum harus dilakukan secara sistematis, kontekstual, dan responsif terhadap dinamika pendidikan. “Dokumen kurikulum madrasah harus mampu menjadi panduan yang jelas dan aplikatif dalam pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan,” tegas Tri.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, H. Nadhif, S.Ag., M.S.I., sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Dalam arahannya, Nadhif menekankan pentingnya penguatan ekoteologi dalam kurikulum madrasah. “Ekoteologi harus masuk dalam kurikulum madrasah sebagai bentuk kesadaran teologis terhadap pelestarian lingkungan,” ungkap Nadhif.
Nadhif juga menambahkan bahwa nilai ekoteologi perlu diintegrasikan dengan Kurikulum Berbasis Cinta. “Integrasi ekoteologi dengan Kurikulum Berbasis Cinta akan membentuk karakter peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan dan sesama,” jelas Nadhif.
Sebagai perwakilan MAN 1 Sleman, Listia menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam terkait penyusunan dokumen kurikulum yang sesuai regulasi terbaru. “Kegiatan ini sangat bermanfaat sebagai penguatan dalam menyusun dan merevisi dokumen kurikulum madrasah agar semakin terarah, sistematis, serta mampu mengintegrasikan nilai ekoteologi dan Kurikulum Berbasis Cinta secara nyata dalam pembelajaran di MAN 1 Sleman,” ungkap Listia.
Melalui kegiatan ini, MAN 1 Sleman terus berupaya mengembangkan kurikulum yang unggul, berkarakter, dan relevan dengan kebutuhan zaman serta kebijakan pendidikan madrasah. (lis)


